Isekai Shokudou Chapter 01 Bahasa Indonesia

Chapter 1: Menchi-katsu
Pekerjaan yang disebut dengan petualang adalah hasil dari empat orang pahlawan yang telah mengakhiri perang yang sangat panjang dengan ras setan yang berlangsung ratusan tahun sekitar tujuh puluh tahun yang lalu.
Setelah itu, jumlah peperangan menjadi sangat berkurang (namun tidak pernah ada tidak ada perang), para prajurit yang dulunya punya jumlah pekerjaan melimpah berusaha beradaptasi dengan gaya hidup baru. Beberapa orang yang hebat dengan pedang dikerjakan oleh bangsawan dan menjadi ksatria, beberapa orang tertap mengarungi medan perang sebagai tentara bayaran, ada yang berhenti bertarung lalu menjadi pengrajin dan petani, ada juga yang memutuskan menjadi pedagang, lalu mereka yang mengarahkan pedang mereka ke yang tidak bersalah dan hanya bisa hidup sebagai bandit dan pencuri.
Dan yang terakhir, di antara para prajurit itu, ada yang menyebut diri mereka sebagai 'petualang' dan memulai cara hidup baru.
Petualang. Mereka adalah orang yang dibayar untuk melawan monster dan bandit yang berbahaya, melindungi kereta pedagang yang berjalan dari kota ke desa, menyelesaikan berbagai insiden yang terjadi di tengah kota, dan menjelajah reruntuhan kuno yang menghiasi bagian timur benua. Orang-orang karena tidak dilindungi oleh siapa pun, memilih gaya hidup bebas yang tidak terikat oleh siapa pun.
Sudah tujuh puluh tahun sejak keberadaan para petualang muncul. Gaya hidup petualang ini bervariasi, dari sebagian kecil yang mendapat kejayan dan kekayaan, sebagian yang telah puas dan pensiun dengan hanya kesuksesan mereka, dan yang tak terhitung jumlahnya yang menjadi mayat tanpa nama. Bahkan sampai saat ini jumlah mereka terus meningkat. Dan hari ini, salah satu dari para petualang itu sedang pergi ke tujuan barunya.
Namanya adalah Sarah. Keahliannya adalah membawa kembali harta karun dari reruntuhan dan semacamnya, tipe petualang ini disebut pemburu harta karun.
Sarah dengan hati-hati menurunkan tubuhnya dari tali dan menuju ke bawah.
(Tentu saja seharusnya hari ini ... makanya aku harus lebih berhati-hati dari biasanya.)
Pikirnya saat melewati terowongan yang telah ia lewati berkali-kali sebelumnya. Dia telah hafal jalan dari pintu masuk ke tujuannya, dan Sarah sudah mengurus semua monster berbahaya di jalan. Tapi, karena itu, dia harus bergerak dengan hati-hati.
(Tidak akan lucu kalau aku mati dengan harta karun yang tepat berada di depan mataku.)
Di masa lalu, sepupunya yang mengajari Sarah ketika masih muda cara menjadi pemburu harta karun pernah mengatakan ini. "Jika kamu lengah di akhir, kamu bakal mengalami situasi yang buruk."
... Sepupunya kemudian menemukan ruangan penghubung ke ruang terdalam dari reruntuhan elf, dan hari berikutnya kabarnya tidak terdengar lagi. Fakta bahwa sampai hari ini mereka masih belum menemukan mayatnya, Sarah bersumpah bahwa dia akan menjunjung tinggi ajarannya. Dan berkat kewaspadaanya, Sarah sampai di tujuannya tanpa satupun luka pun...

"…Apa ini?"
Ketika dia melihatnya, dia tampak bingung dan mengeluarkan suaranya.
Lima tahun lalu, pemburu harta karun legendaris, William Gold menghabiskan tahun-tahun terakhirnya di sebuah kota pertambangan terlantar.
Alasan mengapa dia menetap di kota ini, yang dulu ditambang besinya dan perlahan ditinggalkan beberapa dekade yang lalu, adalah untuk mengambil sebagian dari harta yang tak terhitung jumlahnya, yang ia dapatkan dengan tangannya sendiri selama masa hidupnya, dan disembunyikan di tambang tak bertuan.
Begitulah rumornya.
Tentu saja, itu hanya sebuah dongeng. Keluarga William, keluarga Gold, atau sekarang adalah Rumah Besar Mercantile1) yang dapat menyaingi sebuah negara berkat warisan dari William. Secara formal, tidak ada catatan bahwa William menyembunyikan hartanya. Meskipun demikian, Sarah tetap mengunjungi tambang terlantar itu. Alasannya adalah karena Sarah, dengan suatu kebetulan yang aneh, menemukan buku harian William Gold.
Menurut buku harian, setelah pindah ke kota pertambangan, William menghabiskan tujuh hari seminggu untuk mengunjungi tambang terlantar itu. Apa yang ditulis sangat singkat, misalnya 'Hari ini adalah Hari Sabtu. Pergi ke tambang, ' adalah yang biasa ditulisnya, tetapi untuk beberapa alasan, dari tujuh hari dalam seminggu, 'Hari Sabtu'2) selalu diperjelas. Ketika William masih bisa bergerak, dia akan selalu, tanpa absen, pada 'Hari Sabtu’ pergi ke tambang terlantar. Ketika tubuhnya rusak karena penyakit dan tidak bisa digerakan: 'Hari ini adalah Hari Sabtu. Aku membenci tubuh yang tak bisa bergerak ini' muncul berkali-kali dalam buku hariannya. Selanjutnya, dari 'Hari Sabtu' terakhir, hanya tersisa beberapa hari.
Satu waktu, pada ‘hari kedelapan’ setelah 'Hari Sabtu' terakhir, dia mengunjungi tambang terlantar tetapi, pada waktu itu, semua yang dia tinggalkan adalah ungkapan 'Tugas besar orang bodoh' dan sumpah yang tak terhitung.
Sarah adalah pemburu harta karun yang muda namun terampil. Setidaknya, dia bisa menyombongkan diri bahwa dia bukan cupu yang ngaku-ngaku sebagai petualang atau pencuri yang tidak dapat membedakan barang asli atau imitasi.
Dan itulah yang dikatakan intuisi Sarah kepadanya. Buku harian ini sungguhan, dan dia harus mengunjungi tambang itu pada hari yang sama ketika William mengunjungi tambang, 'Hari Sabtu' yang sama, atau tidak akan terjadi apa-apa.
Maka, Sarah, sambil menyimpan pikiran tentang harta William ke dalam kepalanya, memasuki tambang itu.

Ia melewati celah tersembunyi yang disamarkan oleh William sendiri di mana seorang pemula tidak akan punya cara untuk menemukannya. Setelah terlibat dalam pertarungan berbahaya dengan monster seperti yang professional lakukan, dan memetakan jalan yang aman ke ruangan terakhir seperti yang professional lakukan. Akhirnya dia sampai ke ruangan terakhir tambang terlantar pada 'Hari Sabtu', dia melihatnya.
Ada sebuah pintu.
Sebuah tanda tergantung di pintu dengan gambar kucing dan tulisan yang aneh, tulisan yang tidak dapat ditemukan di benua timur atau keempat benua, satu set kalimat yang tidak diketahui Sarah yang bisa membaca tulisan dari berbagai spesies seperti elf dan dwarf. Kemarin, padahal tidak ada bentuk bahkan wujudnya, tetapi sebuah pintu yang terbuat dari pohon oak hitam tiba-tiba muncul.
"Ini sebuah pintu ... kan?"
Setelah memeriksanya, dia memastikan bahwa tidak ada perangkap dan tidak terkunci. Dengan kata lain, jika dia akan masuk, sekarang akan menjadi waktu terbaik.
"... Bagaimanapun, tidak akan ada yang terjadi sampai aku masuk, kurasa."
Sarah sedikit khawatir tapi kemudian memutuskan untuk tetap masuk. Hari ini adalah hari dimana dia akan berhadapan langsung dengan warisan William, jadi dia menyiapkan semua persiapan yang dia bisa. Bahkan telah membeli obat-obatan penyembuh mahal yang bisa menyembuhkan tulang dan luka dalam dengan satu teguk serta menyiapkan perlengkapan kelas atas. Ia berhadapan pintu. Sekarang, tidak ada jalan kembali.
"Jika aku gagal dan berakhir jadi mayat, itu artinya hanya sejauh ini yang aku bisa ...  Let’s go."
Dengan tekad pemburu harta karun itu, Sarah membuka pintu itu.

* chirin chirin *

Di bagian dalam pintu ada alat yang aneh, dan bunyi bel terdengar.

(Sebuah alarm !?)

Mendengar suara itu, Sarah dengan reflek menarik belati favoritnya dan mengambil posisi.
"Selamat datang ... Nona, bisakah kau menyingkirkan benda berbahaya itu?"
Di dalam, ada seorang pria paruh baya yang memiliki wajah lebih kaget dibandingkan dengan Sarah dan memintanya untuk menyingkirkan belatinya.
"…Apa ini?"
Sarah bertanya sambil kebingungan untuk kedua kalinya hari ini.

Beberapa saat kemudian.
"Nekoya?"3)
"Yak, gampangnya ini restoran gaya barat... tempat untuk memesan makanan.”
Sambil menjauhkan belatinya, owner’s4) dengan simple menjelaskan apa tempat ini padanya.
"Restoran... di dalam tambang yang terlantar !?"
Owner’s mengangkat bahunya melihat reaksi Sarah.
“Tambang terlantar?... Ah, mungkinkah, Nona, kamu datang dari 'Pintu' yang digunakan William?”
"Pintu yang digunakan William... Hah?"
Mendengar kata owner’s, Sarah melihat kembali ke jalan masuk tempat dia datang… dan melihat ke arah pintu. Ada kucing besar dengan lengan kanannya terangkat mengenakan lonceng emas yang terpasang di pintu kayu ek hitam.
"... Apakah ini semacam barang sihir?"
Melihat lebih dekat lagi, Sarah mengambil ‘kekuatan sihir’ yang dibungkus ke dalam lonceng itu, dan dia melihat ke owner’s untuk mengkonfirmasinya. Owner’s mengangguk ke Sarah dan menjawab.
"Ya. Meskipun aku tidak begitu tahu banyak tentang hal itu. Dari apa yang dikatakan pelanggan setia kakekku, pintu ini membelokkan dan memutar waktu dan ruang, dan kelihatnnya, itu memubuat berbagai 'pintu' di Dunia Lain. Ini terhubung seminggu sekali, satu kali dari tujuh hari.”
"…Dunia lain? Tempat ini, adalah Dunia Lain?”
Saat dia mengatakan itu, Sarah melihat sekeliling restoran yang tampaknya ia berada di tengah-tengah yang disebut Dunia Lain ini.
Di masa lalu, keberadaan yang disebut dengan dewa dan iblis meninggalkan dunia ini dan menciptakan apa yang disebut Neraka atau Alam Mati, Surga, Dunia Cermin, dan Tanah Para Peri ... Ada banyak tempat seperti 'Dunia Lain' di dunia Sarah berasal. Sarah sendiri tidak punya pengalaman salah satupun dari mereka, tetapi pemburu harta karun yang terkenal lainnya punya... misalnya William Gold pernah pergi ke dunia lain dan membawa pulang harta dewa, tongkat yang terbuat dari ranting dari dewa keberuntungan. Bahkan ada rumor bahwa salah satu dari empat pahlawan, seorang resi agung, memberikan hadiah yang sangat besar kepadanya untuk itu. Bahkan sekarang, ini tetap menjadi kisah terkenal di kalangan pemburu harta karun.
Keberadaan Dunia Lain sebenarnya bukan sesuatu yang diragukan. Tetapi fakta bahwa ini adalah salah satu tempat itu bukanlah sesuatu yang dapat ditelan mentah-mentah.
"Tidak ada yang luar biasa ... adalah sesuatu yang tidak bolehku katakan."
Tapi dengan mata pemburu harta karun yang tajam, Sarah memutar balik pemikirannya. Dibandingkan dengan apa yang diketahui Sarah tentang ‘Restoran,’ tempat ini terlalu berbeda.
Sepertinya tempat ini adalah ruang bawah tanah yang dibuat dengan menghilangkan tanahnya, tidak ada yang aneh. Tapi, gantungan di langit-langit adalah sesuatu yang berbeda dari api, seperti bola sihir cahaya yang menyilaukan ditembakkan ke tempat itu, mengeluarkan cahaya yang menakutkan seolah kau berdiri di bawah matahari. Meja dan kursi berjejer yang dipelihara dengan baik dan dilapisi kaca, memberikan kilau cemerlang. Menurut pengetahuan Sarah, apa yang dibariskan di atas meja-meja itu tampak sangat mahal, botol kaca transparan yang indah, piring, dan sebuah teko kecil.
Restoran itu jelas bukan restoran kelas atas tapi interiornya mengatakan sebaliknya. Juga sepertinya tidak ada pekerja lain. Sepertinya hanya ada satu orang yang mengelola toko ini.
“Tidak, tempat ini adalah restoran yang sangat biasa. Jadi apa yang akan kamu lakukan? Apakah kamu ingin makan? Sebentar lagi akan menjadi sibuk, tetapi sekarang terlalu cepat untuk makan siang jadi saya punya sedikit waktu luang.”
"…Aku rasa aku akan menerima tawaranmu. "
Jamuan yang ditawarkan oleh seorang pria yang tidak dia kenal. Awalnya dia berpikir itu jebakan tetapi ia menolak pemikirannya. Tempat ini adalah tempat yang sangat melekat pada William, dan yang paling penting, sebuah restoran di Dunia Lain. Dia memiliki rasa ingin tahu yang dalam terhadap masakan yang dapat membuat William terpesona.
"Baiklah. Pergi kesana dan duduklah.”
Ketika owner’s mengatakan itu, dia melangkah ke belakang restoran.
“Mari kita lihat... Karena ini adalah masakan Dunia Lain, apa yang akan keluar? ... Ku harap bukan sesuatu yang aneh. "
Sarah duduk di bangku dan melihat benda-benda di atas meja. Di tepi meja, botol-botol kaca berbaris, satu dengan cairan merah di dalamnya, satu dengan sesuatu yang mungkin adalah garam, dan juga tongkat kayu yang sudah diruncingkan agar memiliki ujung yang tajam. Pada teko, ada catatan yang menempel pada mereka untuk menjelaskan apa sebenarnya benda itu, tetapi bagi Sarah, yang tidak bisa membaca hurufnya, mereka tetap menjadi misteri.
"Nona, bisakah kamu membaca bahasa dari benua timur?"
Ketika dia melihat ke dalam teko yang mengandung cairan hitam atau biji-bijian putih, owner’s kembali dan menanyakan itu padanya.
"Ya tentu saja."
Jawab Sarah sambal mengangguk. Bahasa benua timur adalah bahasa yang berasal dari benua timur di mana Sarah lahir. Jika dia tidak dapat membaca atau menulisnya, maka memiliki pekerjaan seperti menjadi pemburu harta karun di mana kamu harus menggunakan kepalamu tidak mungkin dilakukan.
"Bagus. Kalau begitu ini. Ini adalah menunya. Silahkan, luangkan waktu anda. "
Saat dia mengatakan itu, owner’s secara urut meletakkan menu yang ditulis dalam bahasa benua timur dan cangkir gelas transparan berisi air dan es.
"…Tunggu. Aku tidak memesan air apa pun. "
Sarah mengatakannya dalam suasana hati yang buruk.
Memang benar tenggorokannya kering, dan memang benar dia berpikir untuk memesan air, tapi dia tidak ingin membiarkan pria itu memutuskan apa yang akan ia beli atau siapa yang tahu kerusakan moneter seperti apa yang akan ia terima.
Berhati-hati ketika membayar adalah apa yang Sarah, yang berasal dari keluarga pedagang, pelajari.
Pada musim ini, secangkir air dengan es hanya dapat diperoleh dengan sihir. Akal sehat Sarah mengatakan kepadanya bahwa dia harus membayar satu koin perak untuk itu. Dipaksa membeli barang semacam itu adalah sesuatu yang tidak bisa ia terima. Tetapi owner’s tertawa dengan komplen Sarah.
“Oh, air lemon ini standar kami. Ini gratis jadi jangan khawatir tentang itu. Tambahannyapun juga, jadi jangan khawatir dan tenanglah.”
Setelah mengatakan itu, owner’s kembali ke dapur, dan, dari apa yang Sarah bisa lihat, mulai melakukan persiapan.
"…Tempat apa ini? Restoran ini."
Sepertinya ini benar-benar Dunia Lain. Sarah mengakui fakta itu sekali lagi dan mengangkat cangkirnya.
"... Dingin dan lezat."
Sepertinya air itu memiliki sedikit jus buah yang tercampur ke dalamnya, memberikannya rasa yang menyegarkan saat menyebar di mulutnya. Bagi Sarah, rasa minuman itu menyegarkannya dari bau bau tambang tempat dia berjalan tanpa henti. Tanpa mengetahui atau menyadarinya, ketegangan di tubuhnya mulai mengendur. Karena gratis, Sarah dapat minum tanpa beban dan membuka menunya. Di sana dia melihat bahasa benua timur yang dia sudah terbiasa ... dan juga berbagai hidangan yang tidak ia kenali.
“Hmm, aku paham sup daging sapi dan daging sapi bakar, tapi aku tidak begitu mengerti yang lainnya.”
Sarah melihat ke nama makanan dan satu kalimat yang menggambarkan hidangan macam apa itu.
Sejauh yang dilihatnya, sama seperti benua barat di seberang lautan, daripada gandum, beras lebih digunakan sebagai makanan. Selain itu, ada hidangan dengan remah roti yang digunakan sebagai tepung dan kemudian digoreng dengan minyak. Semuanya melintir akal sehat Sarah. Semua itu adalah masakan aneh.

"Sungguh, yang mana yang enak... Ah."
Ketika dia kesulitan memilih, ia melihat sesuatu di menu. Set makanan spesial harian. Tampaknya itu berubah setiap hari. Hidangan yang direkomendasikan hari itu, dibandingkan dengan makanan lain dua keping tembaga lebih murah.
"... Hm."
Setelah dia melihatnya, Sarah memutuskan untuk memesannya. Jika dia tidak tahu hidangan apa yang enak atau tidak, semuanya mungkin sama saja. Dalam hal ini, memilih hidangan termurah adalah pemikiran yang tepat.
"... Nona, sudahkah kamu memilih?"
"Ya, aku ingin set makan spesial harian."
Owner’s melihat Sarah telah memilih dan mendekatinya, dan Sarah memberi tahunya pesanannya.
“Baiklah, spesial harian. Mohon tunggu sebentar. "
"Hei tunggu."
Ketika mendengarnya, owner’s dengan cepat berhenti menuju ke dapur. Kemudian bertanya pada Sarah.
"Ya ada apa?"
"Apa menu spesial hari ini itu?"
Karena dia tidak pernah mendengar nama itu, dia memutuskan untuk bertanya. Pada saat itu, owner’s berpikir sebentar...
"Mari kita lihat, hari ini... benar juga, pria itu memiliki ikatan dengan yang satu ini."
Saat dia menyadari hal itu, owner’s memberi tahunya apa yang ada di menu hari ini.
“Spesial harian hari ini adalah Menchi-katsu. Makanan favorit William. "
Di masa lalu, itu adalah nama hidangan yang digilai oleh William. Kemudian, owner’s kembali ke belakang restoran dan suara minyak mendesis terdengar dari dapur. Ketika dia mendengar suara itu, Sarah mulai mengolah informasi yang telah dikumpulkannya.
(Pertama, alasan mengapa William Gold menghabiskan tahun-tahun terakhirnya tinggal di kota iini adalah... tidak salah lagi.)
Satu hari dari tujuh hari ... apa yang mungkin William maksudkan ketika dia mengatakan 'Hari Sabtu' adalah ketika dia bisa mengunjungi tempat makan yang mencurigakan ini. Jika kau memikirkannya, tidak salah lagi kalau alasan William yang sudah pensiun tinggal sendirian di kota pertambangan yang kumuh adalah tempat makan ini.
(Jika kau berpikir seperti itu, tempat masak ini... bukankah mungkin lebih enak daripada restoran kelas atas yang melayani raja?)
Dengan keberuntungan yang dibuat William selama masa hidupnya dan kekayaan yang dia hasilkan dari perdagangannya, dia membangun sebuah rumah besar yang megah. Dengan kata lain, dia hidup seperti seorang raja. Bagaimanapun, seorang pria yang dapat memperlakukan orang-orang seperti benda seolah-olah dia seorang raja akan pergi sejauh ini untuk mencicipi makanan lezat yang dimiliki restoran ini.
Juga menurut pengetahuan Sarah, William di tahun-tahun terakhirnya memiliki kekayaan lebih baik dibandingkan dengan raja-raja di seluruh benua timur. Jika dia hanya menginginkan makanan, dia bisa mendapatkan sebanyak yang dia inginkan dengan jumlah emas yang ia miliki. Meski begitu, ia tetap tinggal di tempat di mana ia bisa mencapai tempat makan ini. Seberapa baik tempat ini?
Saat dia memikirkan itu, Sarah menunggu makanannya. Dan beberapa saat kemudian, makanan itu muncul di hadapan Sarah.
"Terima kasih telah menunggu. Satu set Menchi-katsu anda."
Setelah selesai memasak, pria itu menyuguhkan beberapa piring di atas meja.
(... Jadi begitu, ini tentu saja sebuah masakan Dunia Lain.)
Saat dia melihat hidangannya, dia sekali lagi menerima bahwa ini adalah restoran di Dunia Lain. Sampai sejauh ini, hidangan yang berjejer melebihi pengetahuan umum Sarah.
Di depannya, di piring yang tampak lebih besar dari yang lain, ada dua gumpalan cokelat besar seukuran kepalan orang dewasa yang masih mendesis dengan suara minyak yang terdengar. Tepat di sebelahnya ada buah yang dipotong empat bagian, dengan saus putih yang berpadu dengan sayuran hangat yang enak dan pasta ke dalam sejenis aemono5), dan terakhir, sayuran yang tipis dan terpotong, sayuran yang dibiarkan mentah menemani hidangan.
Sebuah piring terpisah diisi dengan dua potong roti dan yang menemaninya mungkin adalah sepotong mentega yang dibungkus dengan kertas keemasan. terakhir, di dalam mangkuk tersaji sup yang terisi penuh dengan daging asap yang dipotong dengan baik dan oranie6) cincang.

*GYURURURURU*
Perut Sarah yang tidak terisi apa-apa sejak pagi bergemuruh.
Owner’s melihat wajah Sarah memerah karena suara itu, dia tersenyum dan tertawa.
“Roti dan sup bisa anda makan sepuasnya, jadi jika anda ingin menambah, tolong beri tahu saya. Menchi-katsu7) rasanya lebih enak jika anda menuangkan saus di dalam botol biru dan jus lemon di atasnya. "
Saat dia mengatakan itu, dia menunjuk salah satu keramik, teko dengan tutup biru.
"Yah, selamat menikmati."
Setelah mengatakan itu, owner’s kembali ke dapur.
Yang tersisa di ruang makan adalah Sarah dan Menchi-katsu dengan aroma lezat yang keluar dari sana.
"…Apa ini!? Enak banget!?"
Pertama, untuk beberapa alasan, Sarah mencoba sup pendamping yang terlihat tidak asing, dan ketika supnya masuk ke mulutnya, dia tidak sengaja mengeluarkan suaranya karena rasa yang tak terduga.
Rasa manis dari oranie dan rasa dari daging asap… sampai sini rasanya dapat diterima.
Tetapi sesuatu yang lain yang ada di dalam sup, sesuatu yang tidak bisa dilihat. Rasa yang tak terhitung dari berbagai sayuran dan daging yang ada di dalamnya.
Rasa yang tak terhitung jumlahnya begitu terpadu dan beraturan, rasa yang jelas.
Tanpa berpikir panjang, dia meminum semua sup dalam sekali napas.
 Hanya dengan sup, tempat makan di tempatnya berasal tidak bisa dibandingkan dengan rasa ini.
"Uwaa ... ini sangat lembut."
Berikutnya adalah rotinya.
Menurut pengetahuan umum Sarah, roti ini begitu lembut sehingga tidak dapat dipikirkan.
Dan yang paling penting, sepertinya sangat normal bagi mereka menyajikan roti putih.
Lembut dan halus, kelembutannya bahkan lebih baik dibandingkan dengan roti putih yang dia makan di rumah keluarganya.
Dan hanya dengan mengoleskan mentega yang dibungkus emas misterius itu, rasanya dua puluh kali lebih baik.
Rasa asin dan kelezatan dari mentega yang meleleh mengeluarkan rasa gandum yang lembut dan manis dari roti putih berkualitas tinggi.
Roti itu juga menghilang dalam sekejap mata.
"Hei! Bisakah aku memesan sup dan roti lagi!?”
"Segera datang."
Ketika owner’s mengatakan itu, Sarah akhirnya memulai hidangan utama. Gumpalan misterius berwarna coklat. Akhirnya, pisau dan garpu mendatangi Menchi-katsu.
Meskipun dengan melihatnya saja kau tidak bisa berpikir bahwa itu lezat, tetapi dia menelan ludahnya dengan ‘gulp’. Bagi Sarah, ini adalah hidangan yang tidak dikenalnya, tapi dengan sup dan roti sudah cukup lezat untuk dijadikan hidangan utama tempat makan, tidak mungkin rasanya tidak enak.
Keraguan telah menjadi harapan. Sarah berhati-hati memotong satu sendok penuh menchi-katsu. Dengan suara yang renyah, pisau memotongnya, dan dari ujung potongan coklat yang dimasak dengan sempurna, juice dari daging menyembur dan mengalir keluar. Melihat sayatan yang melintang, sepertinya daging yang digiling halus adalah bahan utamanya.
Sambil bertanya-tanya jenis rasa apa yang akan dia rasakan, dia menyuapinya ke mulutnya.
"... Uwa."
Hanya itu yang bisa dia katakan. Seperti itulah betapa enaknya itu.
Juicy daging menyebar dari tengah mulutnya dengan jumlah yang banyak. Kemudian muncul rasa ringan dari lapisan luar yang dimasak dengan minyak berkualitas tinggi bercampur dan menyatu di tengah-tengah mulutnya dan kemudian berpencar. Garam dan merica mulai menendang, tapi tidak membentur dengan keras, bumbu yang sempurna untuk daging bersama dengan rasa manis dari oranie yang dicampur ke dalam daging.
Mereka menbawa Sarah ke dunia citarasa yang indah.
"... Bukannya dia bilang ini akan terasa lebih enak jika aku melumuri ini dengan sesuatu yang disebut lemon dan saus?"
Setelah sebagian dari daging itu lenyap ke dalam perutnya menyisakan sebagian Menchi-katsu yang tersisa, dia mengingat apa yang dikatakan owner’s. Setelah menyayangkan karna hanya tinggal punya satu potongan Menchi-katsu tersisa, Sarah memotongnya menjadi dua dan mengambil teko biru itu.
Dengan lembut, ia mengarahkannya ke Menchi-katsu dan memiringkannya, keluar saus cokelat tua mengalir dari teko, melumuri Menchi-katsu. Seperti kimono berwarna teh cerah yang diikat oleh obi hitam, saus cokelat tua diimbangi dengan buah kuning cemerlang... jus perasan lemon menutupi potongan daging. Potongan itu menyerap saus dan menjadi sedikit lunak. Sekali lagi, Sarah memyuapi potongan Menchi-katsu ke mulutnya ...
Setelah itu menjadi hening. Jika ia punya waktu untuk mengatakan hal yang tidak penting maka dia bisa menggunakan waktu itu untuk lebih menikmatinya.
Saus dengan rasa yang rumit dan asam lemon yang menyegarkan. Bersama dengan Menchi-katsu membuat potongan daging giling dari yang sebelumnya sudah dianggap sebagai rasa dari surga malah menjadi 'kekurangan sesuatu.' Dan Sarah merasakan ini.
juicy daging dan lemak gurih yang melimpah, oranie yang manis. Unsur yang hilang dari hidangan ini adalah rasa asam. Bumbu yang disebut saus dan rasa manis dari lemon itu seolah-olah hanya bisa diberikan oleh buah yang tidak memiliki apa pun kecuali rasa asam yang membawa kesempurnan ke Menchi-katsu.
Kepuasan yang dalam dari daging dan lapisan luar yang kaya rasa. Jika kau sekali dua kali menyuap, perutmu akan mulai terasa penuh dan tanganmu akan berhenti. Rasa asam dapat menetralisir perasaan ini dan membuatmu merasa puas dan memberikan rasa tinggal yang nikmat. Dengan begitu, kamu bisa terus makan tanpa peduli. Jika ini dianalogikan sebagai sesuatu keyakinan maka ini pastilah hidangan para dewa yang tinggal di surga.
Setelah itu, Sarah memesan Menchi-katsu kedua. Sesekali dia meminta lebih banyak roti dan sup untuk menyegarkan citarasanya. Di tengah santapannya, owner’s mengajarinya cara baru untuk memakannya dengan cara menghempitkan sayuran berdaun hijau (yang tampaknya disebut kubis di dunia lain) dan Menchi-katsu yang dilumuri banyak saus diantara dua potong roti.
Menchi-katsu yang diapit oleh roti memiliki tekstur yang jelas baik dan rasa yang mendalam dengan roti lembut dan kubis renyah yang saling melengkapi. Hanya memakannya dengan roti memberikan efek yang mengubahnya menjadi hidangan yang benar-benar berbeda.
Sarah memesan dan menikmati lebih banyak Menchi-katsu sampai perutnya tak dapat menampung makanan lagi. Lalu akhirnya dia meletakkan pisau dan garpunya.
"Fuu ... ini sangat enak."
Dengan ceria, dia meletakkan satu koin perak dan beberapa koin tembaga untuk membayarnya.
"Terima kasih banyak ... Juga Nona, bisakah kau membantuku?"
Setelah melihat pembayarannya pas, owner’s memberikan sesuatu kepada Sarah.
"Apa ini?"
"Bento."
Bento. Dengan kata itu, owner’s mengingat kembali pelanggan setianya ketika masih sering datang, lalu dengan tawa yang sedikit kesepian, dia memberi tahunya apa yang ada di dalam bento.
 “Sandwich Menchi-katsu. William, setiap kali dia datang ke sini, dia akan selalu memesan Menchi-katsu dan ini. Kamu terlihat sangat menikmatinya sampai makan begitu banyak jadi aku membuatnya tanpa sadar. Tak perlu khawatir tentang uang, ini untuk dimakan dirumah hari ini, jadi tolong, ambillah. Ini tetap enak walau dingin, tapi tidak bisa lama disimpan jadi lebih baik jika kamu memakannya sesegera mungkin.”
"... Tidak apa-apa nih?"
Sarah terkejut dengan permintaan mendadak owner’s dan meminta itu. sekarang perutnya sudah penuh jadi memakannya sekarang tidak mungkin, tapi ketika perutnya kosong lagi, citarasanya akan membuatnya menginginkannya lagi. Dia baru tahu kalau kombinasi roti dan Menchi-katsu rasanya tak tertandingi. Citarasanya akan membuatnya langsung menggigitnya saat perutnya mulai kosong.
"Ya tentu saja. Anggap saja itu hadiah untuk William.”
"Baiklah. Kalau begitu aku akan menerimanya dengan senang hati "
Mengiyakan permintaan owner’s, Sarah mengambil paper bag darinya. Dari paper bag tercium aroma saus yang hangat menri di udara, memberi perutnya sedikit nafsu makan.
"Baiklah, sampai jumpa."
"Ya silahkan. Saya akan menunggu anda kembali.”
Dengan begitu, Sarah menuju ke pintu keluar.
Suara lonceng terdengar saat pintu terbuka, dan di depannya, pemandangan yang familiar dari tambang terlantar itu terhampar.
"Ah, benar juga ..."
Dari belakangnya, dia mendengar suara owner’s.
"Si William, apa yang terjadi padanya?"
"Dia telah meninggal. Kenyataan kalau dia tidak bisa datang ke lagi sini sangat menyebalkan untuknya.”
Dengan kata-kata itu, pintunya akhirnya tertutup. Pada saat yang sama, pintu itu lenyap. Yang tersisa hanyalah keheningan dari tambang yang terbengkalai.
"Harta karun terakhir dari pemburu harta karun legendaris..."
Ia melihat ke tempat yang tadinya ada pintu hitam sekarang tidak ada apa-apa. Sarah menjilat bibirnya sambil memikirkan pengalamannya.
"... Aku mengerti, harta yang cocok untuk William Gold."
William, ketika masih muda ia dalam kemiskinan... Kakeknya yang tidak memiliki kerabat dan dikenal rakus. Dia ingat cerita seperti itu.

Pemburu harta karun muda yang sedang naik daun dan putri dari perusahaan yang sedang naik daun, the Gold Company. Sarah Gold, sambil menantikan hari sabtu berikutnya, bergegas jalan pulang.
 TLnote:
1) Rumah Besar Mercantile : ane gak paham pastinya tapi maksudnya kaya rumah saudagar
2) Hari Sabtu : tulisan aslinya ‘satur’s day’ jadi mungkin punya makna lain sampe nanti tetap jadi hari sabtu aja.
3) Nekoya : penjelasn liat prolog
4) Owner’s : karena nama pemilik yoshoku nekoya belom diketahui dan kalo pakai kata ‘pemilik’ sering ambigu, sementara tetep owner’s aja.
5) AemonoNama teknik memasak Jepang yang terdiri dari sayuran atamakanan laut dalam salad yang dibumbui dengan saus kental, banyak macemnya.


6) Oraine : Bahasa dunia lainnya bawang.
7) Menchi-katsu : patty daging dari Jepang yang dilapisin tepung roti. Dagingnya biasanya daging sapi giling, babi, atau campuran keduanya. Sering disajikan dalam bento.


Chapter 01 selesai-

Download PDF Isekai Shokudou chapter 01 di halaman utama
00 prolog |  Halaman utama | Chapter 02

0 komentar:

Posting Komentar

NO REQUEST ( ̄ー ̄)ゞ

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html